
SINJAI – Universitas Fajar berkomitmen mendampingi masyarakat Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, terus berlanjut. Setelah sebelumnya memperkenalkan pemanfaatan limbah daun cengkeh menjadi produk aromaterapi bernilai ekonomi, kali ini tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kembali hadir melalui kegiatan pelatihan dan penguatan kelembagaan kelompok yang dilaksanakan pada Minggu, 24 Mei 2026.
Kegiatan yang dipusatkan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Pussanti ini mengangkat tema penguatan manajemen kelembagaan dan tata kelola kelompok sebagai langkah penting dalam mendukung keberlanjutan program ekonomi sirkular di desa.
Pelatihan tersebut dihadiri oleh anggota KWT Pussanti yang tampak antusias mengikuti setiap sesi diskusi dan pendampingan. Tim PKM Universitas Fajar memberikan materi mengenai pentingnya struktur organisasi yang jelas, pembagian tugas kelompok, administrasi kelembagaan, penyusunan program kerja, hingga strategi membangun kerja sama dan komunikasi antaranggota.

Ketua Tim PKM Universitas Fajar, Ibu Fitriah, ST., MT., menjelaskan bahwa keberhasilan suatu program pemberdayaan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi, tetapi juga oleh kekuatan organisasi kelompok.
“Kelompok yang memiliki manajemen dan kelembagaan yang baik akan lebih mudah berkembang, mandiri, dan mampu mempertahankan keberlanjutan usaha yang dijalankan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan kelembagaan menjadi pondasi utama agar kelompok mampu mengelola potensi lokal secara maksimal, termasuk pengembangan usaha aromaterapi berbasis limbah daun cengkeh yang sebelumnya telah diperkenalkan kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya administrasi kelompok seperti pencatatan kegiatan, pengelolaan keuangan sederhana, hingga penyusunan rencana usaha bersama. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh anggota kelompok.
Salah satu anggota tim PKM, Yanti S.Pd., MT., menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi keluarga maupun komunitas desa.
“Melalui penguatan kapasitas kelembagaan, kami berharap ibu-ibu KWT tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga dapat mengelola organisasi dan usaha kelompok secara profesional,” jelasnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para anggota KWT Pussanti aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam pengelolaan kelompok selama ini. Mereka juga berbagi harapan agar kelompok dapat berkembang menjadi wadah usaha bersama yang lebih produktif dan berdaya saing.
Perwakilan KWT Pussanti, Sumarni, mengaku bersyukur atas pendampingan yang diberikan Universitas Fajar. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan baru mengenai pentingnya kekompakan dan tata kelola kelompok yang baik.
“Selama ini kami lebih fokus pada kegiatan produksi, tetapi ternyata manajemen kelompok juga sangat penting agar usaha bisa terus berjalan dan berkembang,” ungkapnya.
Program pendampingan ini merupakan bagian dari Program BIMA Kemdiktisaintek 2026 yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal berbasis kemitraan. Universitas Fajar berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan mandiri.