Ditengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, Universitas Fajar tetap berkomitmen untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi dengan menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata Entrepreneur (Senin, 1/2/21)
Namun ada yang berbeda dengan tema KKN yang dilaksanakan oleh Unifa tahun ini. Selain tetap mengangkat tema Entrepreneurship, Unifa juga menambahkan tema kemanusiaan sehubungan dengan bencana yang menimpa di Majene,Sulawesi Barat.
Dipimpin langsung oleh Deputi I bidang Akademik, Dr. Nur Khaerat Nur mengungkapkan, Bupati Majene, Lukman S.Pd, MPd, menyambut baik kedatangan KKN Entrepeneur Universitas Fajar (Unifa) pasca bencana. Tidak tanggung-tanggung Bupati Majene juga menyiapkan posko untuk tim KKNE Unifa.
"Alhamdulillah bapak Bupati Majene menyambut baik program kkn entrepreneur Unifa, sekaligus beliau siap mensupport juga menyediakan posko bagi mahasiswa kkn, di dalam menjalankan programnya seperti, kegiatan trauma healing, survei pengumpulan data di masyarakat pasca bencana gempa di Majene," ungkap Nur Khaerat
Tak hanya itu, diketahui bahwa wakil bupati Irwan Pababbari turut memberikan apresiasi kepada Tim KKN-E Relawan Kemanusaiaan Unifa dengan mengajak berdiskusi tentang kondisi Mamuju saat ini.
"Beliau sangat berterimaksih atas kedatangan Tim KKN Entrepereneur Unifa dalam menjalankan progran peduli bencana gempa di mamuju dimana pemda mengalami keterbatasan resources dalam menangani permasalahan dimasa pasca gempa ini apalagi kedepan tanggal 4 februari kemungkinan pemerintah akan mencabut tanggap darurat, sehingga hal yang paling penting saat ini untuk dilakukan diharapkan resources yg di miliki oleh Perguruan Tinggi dapat turut serta menangani permasalahan yang ada terutama membangun mental masyarakat yang masih trauma oleh bencana gempa sehingga dibutuhkan tenaga dari kampus untuk turun melakukan sosialisasi ke masyarakat terdampak khususnya di pengungsian," tutup Nur Khaerat.
Adapun sebanyak tigapuluh mahasiswa Unifa yang mengikuti program KKN-E Relawan Kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu membuat desain inovatif berupa tenda yang dapat dipasang didepan rumah penduduk agar mereka mau untuk kembali ke rumahnya masing-masing.