Logo

Unifa Tandatangani PKS dengan DPM-PTSP Sulsel

Rektor Unifa, Dr. Muliyadi Hamid, SE, M.Si (kiri) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kepala Dinas Penanaman Modal-Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulsel, Dr Jayadi Nas, S.Sos, M.Si di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin Senin (

REKTOR Universitas Fajar (Unifa), Dr. Muliyadi Hamid, SE, M.Si menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Penanaman Modal-Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin Senin (21-9-2020). Kerja sama tersebut bertujuan untuk mempermudah izin penelitian dan pengabdian yang dikeluarkan DPM-PTSP dan aplikasi NENI SI LINCA. Selain Unifa, kerja sama ini juga dilakukan dengan seluruh perguruan tinggi di Sulsel.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulsel, Dr Jayadi Nas, S.Sos, M.Si menyebutkan, instansi yang dia pimpin mengeluarkan ada 321 jenis izin. Setiap harinya, DPM-PTSP mengeluarkan 35.000 izin. "Dari jumlah ini, 53 persen adalah izin penelitian mahasiswa. Jumlah tersebut sangat banyak sehingga kita harus membuat formulasi untuk membantu mahasiswa yang ada di Sulsel untuk pengurusan izin penelitian," jelas Jayadi.

Dengan kondisi pandemi Virus Corona (Covid-19) maka DPM-PTSP membuat NENI SI LINCA (new normal innovation sistem informasi online campus). Sistem ini akan memudahkan mahasiswa yang mengurus izin penelitian. Mahasiswa tidak harus datang ke DPM-PTSP untuk mengurus dan hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk penerbitan izin tersebut.

"Mahasiswa yang mengajukan izin masuk ke website kami dan mendaftar di sana dengan memasukkan seluruh kelengkapan berkas yang dibutuhkan. Jika sudah lengkap, maka prosesnya akan berjalan dengan cepat dan bisa segera diterbitkan. Dengan demikian tidak perlu lagi antre di kantor kami," tambah Jayadi.

Gubernur Sulsel, Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah, M.Agr menyebutkan, inovasi tersebut sangat baik karena mempermudah pengurusan izin. "Ini snagat baik. Kurang dari 5 menit izin sudah bisa terbit," kata Nurdin.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini juga meminta kolaborasi antara perguruan tinggi di Sulsel dengan Pemprov Sulsel. Pihaknya meminta agar perguruan tinggi tidak segan menyampaikan masalah yang dihadapi kepada pemerintah untuk memperkuat perguruan tinggi di Sulsel.

Rektor Unifa juga menyabut baik tawaran yang diberikan gubernur. Menurutnya sudah perlu dibahas secara serius antara pemerintah provinsi dan perguruan tinggi untuk menyelesaikan persoalan yang biasa muncul antara lain masalah pemagangan mahasiswa. (humas)



Dipost Oleh Super Administrator

Seorang administrator bagian HUMAS Universitas Fajar

Tinggalkan Komentar