Pangkep, 26 September 2025 - Senat Mahasiswa Fakultas Teknik (SMFT) Universitas Fajar (UNIFA) bersama dosen pembimbing melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Kabba, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Program ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak (PM BEM) 2025 Kemedikti Saintek, dengan fokus pada Sosialisasi Pentingnya Air Bersih dan penerapan Inovasi Penjernihan Air Menggunakan Kitosan dari Limbah Kerang Hijau (Mytilus virdis linneaus).
Kegiatan ini berangkat dari hasil uji laboratorium terhadap sampel air yang dikonsumsi masyarakat di sekitar Kampung Lamperangan, Desa Kabba, yang berada di kaki Gunung Kars. Uji menunjukkan bahwa air parit memiliki kadar Total Dissolved Solids (TDS) sebesar 2832 ppm, jauh di atas standar baku mutu air minum (maksimal 500 mg/L). Kondisi ini membuat air keruh, berwarna kecoklatan, dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan seperti diare dan infeksi kulit.

Acara dibuka resmi oleh Kepala Desa Kabba, Nasrullah, SH., setelah sambutan pengantar dari Faris Jumawan, ST., MT., Ketua Tim PM BEM UNIFA 2025. Kegiatan dihadiri oleh masyarakat Desa Kabba, jajaran dosen Universitas Fajar, serta pengurus SMFT UNIFA.
Sebagai narasumber utama, Dr. Sinardi, ST., SP., M.Si., Dosen Teknik Kimia UNIFA sekaligus pakar Rekayasa Pengolahan Air dan Limbah, menjelaskan pemanfaatan kitosan dari limbah cangkang kerang hijau sebagai koagulan alami yang efektif, ramah lingkungan, dan aman dibandingkan koagulan sintetik seperti Alum atau PAC yang berpotensi meninggalkan residu berbahaya.
Lebih dari sekadar teknologi, inovasi ini juga disertai edukasi tentang penerapan sistem sederhana, seperti pembangunan kolam penjernihan dengan filtrasi pasir, kerikil, dan arang aktif. Melalui pelatihan pembuatan kitosan dan perawatan instalasi pengolahan air, masyarakat diharapkan dapat mandiri dalam menjaga kualitas sumber air.
Dengan pendekatan ini, program ditargetkan mampu mendorong Desa Kabba menjadi desa yang sehat, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, dosen, perangkat desa, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan.