
Sinjai - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Fajar (UNIFA) resmi menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan perdana PKM Mahasiswa Berdampak – Program Aksara Mahasiswa di Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang terlaksana atas dukungan dan kerjasama dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh jajaran pemerintah desa serta warga setempat.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Barania, Firman M. Maddolangeng, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terpilihnya Desa Barania sebagai lokasi pelaksanaan PKM dari Universitas Fajar. Ia memaparkan bahwa Desa Barania menyimpan beragam potensi ekowisata unggulan yang terus berkembang, mulai dari wisata air terjun, panorama puncak di atas awan, area rekreasi di tengah hamparan sawah, hingga fasilitas kolam renang. Selain sektor pariwisata, Desa Barania juga memiliki kekayaan hasil bumi melimpah yang sangat potensial untuk diolah kembali menjadi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran Tim PKM Universitas Fajar di Desa Barania. Pemerintah desa dan seluruh masyarakat sangat terbuka bagi perguruan tinggi yang ingin melaksanakan kegiatan riset, pengabdian kepada masyarakat, maupun program pembelajaran lapangan di desa kami guna mendorong kemajuan potensi lokal," ujar Firman M. Maddolangeng di hadapan para peserta sosialisasi.
Turut hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut, Deputi Rektor I Universitas Fajar, Prof. Dr. Ir. Ismail Marzuki, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, guru besar yang juga merupakan penemu paten bioteknologi bakteri spons laut tersebut mengaku sangat terkesan dengan sambutan hangat dan meriah dari masyarakat Desa Barania dalam mengikuti rangkaian sosialisasi PKM ini. Beliau juga mengungkapkan kekagumannya terhadap pesona bentang alam Desa Barania yang berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan udara sejuk dan potensi wisata alam yang luar biasa."Antusiasme masyarakat Desa Barania yang begitu meriah hari ini menjadi energi positif bagi tim dosen dan mahasiswa kami.
Berada di ketinggian di atas 1.000 mdpl, Desa Barania memiliki keindahan alam dan potensi wisata yang sangat memukau, sehingga sangat tepat apabila sentuhan inovasi teknologi perguruan tinggi hadir untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warganya," ungkap Prof. Ismail Marzuki.

Sementara itu, Ketua Tim PKM Mahasiswa Berdampak UNIFA, Faris Jumawan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa rangkaian program pengabdian ini akan dilaksanakan secara intensif selama tiga bulan ke depan, terhitung mulai bulan Oktober hingga Desember. Program ini melibatkan kolaborasi dosen dan sejumlah mahasiswa lintas disiplin ilmu yang terjun langsung melaksanakan pengabdian bersama kelompok mitra pemerintah & masyarakat di Desa Barania.

"Selama tiga bulan pelaksanaan dari Oktober hingga Desember, tim mahasiswa dan dosen akan menjalankan beberapa agenda utama secara terpadu. Pertama, membangun instalasi pemurnian air menggunakan bioteknologi bakteri spons laut sebagai sistem irigasi air bersih pertanian yang kami beri nama SI-BARANI. Kedua, menyelenggarakan pelatihan pengolahan material bambu yang akan dimanfaatkan sebagai material konstruksi berkelanjutan di kawasan desa. Ketiga, memberikan pelatihan penjenamaan (branding) dan pengemasan produk hasil pertanian agar memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar, serta berbagai pendampingan pemberdayaan masyarakat lainnya," jelas Faris Jumawan.
Melalui sinergi antara dukungan Kemendiktisaintek RI, kepakaran akademisi Universitas Fajar, serta partisipasi aktif Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Barania, program ini diharapkan mampu melahirkan inovasi tepat guna yang memperkuat ketahanan pangan, mempercantik infrastruktur desa wisata, serta menggerakkan ekonomi hijau secara berkelanjutan.