Logo

Tim Peneliti Unifa Kerjasama Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar adakan Deseminasi Hasil Penelitian

Tim Peneliti Universitas Fajar Makassar bekerjasama Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar menggelar Deseminasi hasil penelitian dosen Fakultas Teknik Unifa Makassar, Rabu (18/12/2019).

Deseminasi hasil penelitian yang dibiayai Kemenristek Dikti dengan skema penelitian terapan multi years tahun anggaran 2017-2019 ini digelar di Hotel Amaris, Jl. A. P Pettarani dengan masing-masing peneliti yakni; Dr. Ismail Marzuki, Dr.Sinardi dan Asmeati, MT.

Kegiatan dihadiri peneliti, ASN Dinas Kelautan dan Pertanian Kota Makassar dan pembanding, Dr. Lukman Daris, S.Pi., M.Si yang juga seorang akademisi sekaligus praktisi bidang perikanan.

Mengangkat judul “Skrining Spons dan Mikrosimbion sebagai Biomaterial Potensial Pendegradasi Poli Aromatik Hidrokarbon”

Deseminasi ini memaparkan temuan-temuan penelitian dengan tema “Konservasi Biota Laut pada Kawasan Wisata Bahari dan CPI Terintegrasi dan Pelabuhan Soekarno Hatta di Wilayah Kerja Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar”

 

Kemudian melahirkan beberapa rekomendasi sebagai hasil analisis SWOT tentang perlunya konservasi terhadap biota laut spons yang tersebar di sepanjang pantai Makassar, dimana terdapat kurang lebih 17-21 pulau kecil yang masuk dalam kawasan Gugusan Kepulauan Spermonde.

 

Dalam analisis SWOT disebutkan jawaban atas pertanyaan perlukah ada konservasi spons diwilayah administratif Kota Makassar?

 

Beberapa pernyataan hasil analisis SWOT yakni; Kekuatan (Strengths) pertama, sepanjang Pantai Makassar dan 17 pulau yang ada masuk dalam kawasan Gugusan Kepulauan Spermonde; kedua, populasi biota laut (Spons) sangat besar dan jenis juga beragam.

 

Kelemahan (Weaknesses) pertama, populasi spons sangat peka terhadap pencemaran; kedua, pertumbuhan spons hanya kurang lebih 2,5 cm per tahun.

 

Peluang (Opportunities); pertama, biota spons mengandung zat metabolik primer dan sekunder; kedua, keindahan spons potensial sebagai destinasi wisata bawah laut, ketiga, memiliki mikrosimbion untuk fungsi remediasi lingkungan/limbah.

Ancaman (Threats); pertama, tiga pulau kawasan wisata bahari (Pulau Kodingareng Keke, Samalona dan Lajugkang) kedua, Pelabuhan Soekorno-Hatta dan ketiga, Center Point of Indonesia.

 

Beberapa kesimpulan yang dihasilkan pada deseminasi ini diantaranya; Fakta Empiris, tingginya tingkat pemanfaatan sumberdaya pantai kawasan Kepulauan Spermonde, khususnya pada tiga pulau pengembangan wisata bahari, beroperasinya kawasan CPI untuk permukiman dan pelayanan publik termasuk kawasan bisnis.

 

Selain itu, tingginya angka kemiskinan di wilayah pesisir, terjadinya konflik pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap, dimana nelayan melaut semakin jauh akibat area tangkapannya mengalami reklamasi.

 

Fakta Yuridis; lemahnya pemahaman pemerintah daerah terhadap UU No. 31 Tahun 2004 tentang perikanan, lemahnya pemahaman pemerintah daerah tentang makna dan batasan kewenangan yang diatur dalam UU No. 22 Tahun 1999 dan perubahannya tentang pemerintahan daerah.

Lemahnya penerapan analisis mengenai dampak lingkungan hidup (Amdal) pada usaha atau kegiatan di wilayah pesisir, lemahnya perumusan tentang ketentuan pidana dalam UU No. 45 Tahun 2009 tentang pengelolaan kawasan pantai dan pulau kecil.

 

Ketidakjelasan perumusan tentang asas subsidiaritas dalam UU No, 45 Tahun 2009, lemahnya kewenangan Pejabat Penyidik Pengawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan dalam UU No. 45 Tahun 2009.

 

Beberapa rekomendasi hasil penelitian yang disampaikan kepada Dinas Kelautan dan Pertanian Kota Makassar untuk dapat dijadikan referensi dalam penyusunan Naskah Akademik diantaranya;

 

Rekomendasi, Pengelolaan Pesisir terutama Pantai Losari harus arif dan bijaksana, Pengembangan/pemb. boleh ada seperti CPI, KWB, dan Pelabuhan, namun harus terkendali, Perlu aturan yang jelas terkait pengembangan kawasan Wisata Bahari.

 

Terutama dampak yang akan timbul, (Limbah plastik dan limbah rumahTangga, perlu pengembangan kawasan hutan mangrove termasuk luas area, perlu ada konservasi biota laut (Spons, terumbu karang dan lainnya, 17 Pulau Kecil Makassar potensial sebagai pusat studi/ pusat penelitian masa depan, disarankan menyusun suatu Peraturan Pemerintah tentang pengelolaan sumberdaya kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang didahului dengan kajian akademik.

Tanggapan pihak dinas kelautan dan pertanian atas temuan dan rekomendasi penelitian yang disampaikan sangat positif dan berjanji untuk menjadikan draf rangcangan naskah akademik untuk dijadikan rujukan sekiranya ada penyusunan PERDA terkait dengan pemanfaatan wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil.

Dalam acara deseminasi ini juga di rangkaikan dengan penyerahan Draf Naskah Akademik oleh peneliti dan penandatangan berita acara serah terima Naskah yang disaksikan oleh para peserta yang hadir.



Dipost Oleh Super Administrator

Seorang administrator bagian HUMAS Universitas Fajar

270 Komentar

Tinggalkan Komentar