
Makassar - Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Fajar (UNIFA) menyelenggarakan Fokus Grup Discussion (FGD) sebagai bagian dari proses redesain kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini, difokuskan pada penyusunan visi, misi, dan profil lulusan yang selaras dengan perkembangan dunia pendidikan tinggi, kebutuhan industri, serta tantangan profesi Arsitektur di Masa depan (27/7).
FGD yang berlangsung di Smartclass UNIFA ini menjadi wadah diskusi antara Civitas akademika dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pengembangan Program Studi Arsitektur. Melalui forum tersebut, berbagai masukan dan gagasan dihimpun untuk memastikan kurikulum yang disusun mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Rektor Universitas Fajar, Dr.Muliyadi Hamid, SE., M.Si secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Visi, Misi, dan Profil Lulusan Program Studi Arsitektur. Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa redesain kurikulum berbasis Outcome Based Education merupakan bagian dari komitmen Universitas Fajar dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri. ia berharap forum ini dapat menghasilkan rumusan visi, misi, serta profil lulusan yang mampu memperkuat kualitas Program Studi Arsitektur sekaligus melahirkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Ketua Program Studi Arsitektur UNIFA, Faizah Mastutie, S.T., M.T. menyampaikan bahwa kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) diselenggarakan untuk memastikan bahwa kurikulum tidak hanya berfokus pada apa yang diajarkan (materi dosen/pengajar), tetapi pada apa yang benar-benar mampu dilakukan dan dikuasai oleh lulusan (learning outcomes). Selain itu, Redesain kurikulum baru berbasis OBE ini membutuhkan
masukan dari steakholder dari berbagai perwakilan, Asosiasi IAI (Ikatan Arsitek Indonesia Sulsel), dari instansi perintah (PUPR, Dinas Tata Ruang, Balai jasa konstruksi, Konsultan PT.Yusran Nusantara, Biro Arsitek Stupa, Akademisi dari PTNB Unhas, dan alumni), Ucapnya.
Mengusung tema "Redesain Kurikulum Mencetak Arsitek dengan Kompetensi Real Estate Technopreneur Berkelanjutan", kegiatan ini menjadi langkah strategis Prodi Arsitektur UNIFA dalam memperkuat implementasi Outcome Based Education. Penyusunan visi dan misi program studi, FGD juga memfokuskan pembahasan pada profil lulusan yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri konstruksi, pengembangan kawasan, dan sektor properti yang terus berkembang.

Melalui pelaksanaan FGD ini, Prodi Arsitektur Universitas Fajar berharap dapat menghasilkan rumusan visi, misi, dan profil lulusan yang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, serta tuntutan profesi arsitektur di masa depan. Hasil dari forum ini diharapkan menjadi landasan dalam penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran, sehingga mampu mencetak lulusan yang profesional, berintegritas, memiliki jiwa technopreneur, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.