Makassar, 2 Oktober 2025 – Latar belakang pekerjaan tidak menjadi penghalang untuk menempuh pendidikan tinggi. Hal ini dibuktikan oleh Riswandi pengusaha petelur asal Nunukan, Kalimantan Utara, yang kini menjalani studi Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Fajar (UNIFA) Makassar melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Dengan program RPL, ia menempuh masa studi singkat hanya 1,5 tahun. Keputusannya memilih Program Studi Ilmu Komunikasi UNIFA dilatarbelakangi keinginan untuk menyelaraskan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan usaha yang sedang dirintis. Melalui riset penelitian yang difokuskan pada bidang promosi, ia berharap dapat memperkuat strategi pemasaran agar usaha peternakan telurnya semakin berkembang dan berdaya saing.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Fajar, Soraya Firdausy, S.I.Kom., M.I.Kom., mengapresiasi pilihan tersebut. Menurutnya, langkah mahasiswa ini mencerminkan tujuan utama dari jalur RPL, yaitu menghubungkan pengalaman kerja dengan keilmuan akademik.
“Ilmu komunikasi, khususnya dalam bidang promosi, sangat relevan untuk mendukung para wirausahawan. Dengan bekal akademik yang terarah, pengalaman lapangan bisa lebih terstruktur dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi usaha yang dijalankan,” ujarnya.
Kisah ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak mengenal batas profesi. Program RPL yang ditawarkan UNIFA membuka peluang bagi siapa saja untuk meningkatkan kualitas diri, menyelaraskan pengalaman kerja dengan teori akademik, sekaligus memperkuat daya saing di dunia usaha.