UNIVERSITAS FAJAR - Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Fajar, menggelar seminar bisnis dan politik, Sabtu (27/1/2024). Kegiatan ini menghadirkan salah satu pebisnis muda asal Kota Makassar yang bergerak di bidang kuliner, Ika Septiana.
Seminar bertajuk “Perspektif Komunikasi Bisnis dan Politik 2024” itu berlangsung di Arma Cafe, Kota Makassar yang dihadiri puluhan mahasiswa dari sejumlah kampus di Makassar.
Enam orang mahasiswa Pascasarjana Unifa memberikan materi berbeda terkait pentingnya politik dan kewirausahaan di era saat ini. Salah satu materi yang dibahas dalam seminar yakni, Bisnis di tahun 2024.
Salah satu pemateri Nidya Nadila menyampaikan pentingnya membahas peluang bisnis di tahun politik. Menurut Nidya, bisnis dan politik berkaitan erat karna salah satu faktor yang berperan dalam keberlangsungan perusahaan sebagai organisasi bisnis adalah lingkungan politik.
"seorang wirausahawan yang handal tidak hanya menguasai pengetahuan soal bisnis saja tetapi juga harus memahami lingkungan-lingkungan perusahaan, salah satunya lingkungan politik,” jelasnya.
Sementara itu beberapa topik bisnis dan politik juga ikut dibahas dalam kegiatan ini, antara lain Peluang Bisnis di era digitalisasi oleh Natasya Jane Veronika, Tantangan Digitalisasi Bisnis oleh Rifa’atul Mahmudah, Fenomena pebisnis politik oleh Ardianto Halili, Pengaruh media sosial terhadap partisipasi politik Gen Z dan Milenial oleh Awaluddin serta materi penyelesaian sengketa bisnis dan politik, disampaikan oleh Opniel harsana BP.
Di sisi pelaku bisnis, Ika Septiana mengatakan, peluang untuk membuka usaha selalu mengikut dengan perkembangan teknologi. Kemampuan para calon pebisnis untuk melihat peluang dan juga resiko yang mungkin terjadi menjadi hal itu perlu diperhatikan.
“Era digitalisasi memang tidak dipungkiri memiliki 2 sisi ada baik dan buruk, namun kita sebagai pelaku bisnis jangan hanya terpaku pada sisi buruk namun mencari celah di sisi baiknya,” kata Ika.
Para calon pebisnis disarankan agar mampu memahami teknologi dan mengetahui perkembangan informasi yang kian pesat.
“Kita harus mengejar jika memang tidak ingin tertinggal, jika memang masalahnya adalah orang tua yg tidak paham teknologi ada baiknya membuka lapangan kerja kepada generasi yang mengerti teknologi,” ucapnya.
Pihak kampus Universitas Fajar mengapresiasi terselenggaranya kegiatan seminar ini. Selain untuk menambah pengetahuan mahasiswa diluar perkuliahan, juga bisa menjadi ajang untuk berdiskusi dengan pelaku-pelaku bisnis yang telah berhasil dibidangnya.