Logo

Masuk 20 Besar, Deswita Unifa Sisihkan Ratusan Desa se Indonesia

PENILAIAN Desa Kabba, Kecamatan Minasatenne, Kabupaten Pangkajenne dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel yang masuk 20 besar nasional program Desa Wisata Terbaik (Deswita) 2020, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Universitas Fajar (Unifa). Kabba merupakan desa yang didampingi Unifa mengikuti Kegiatan Pendampingan Desa Wisata Regional II (Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua) yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kepala Desa Kabba, Muh. Syukur menyampaikan apresiasi atas usaha pendampingan desa wisata oleh tim dari Unifa. Hal ini dia sampaikan saat menerima kunjungan visitasi dari tim penilai Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Minggu (15/11/2020). Visitasi ini dihadiri dua penilai yakni, Santi Palupi Arianti dan Vitria Ariani yang didampingi PIC Desa Wisata Unifa, Nasrullah.

Tim penilai Desa Wisata berfoto di objek wisata alam Desa Kabba.

"Potensi pariwisata yang dimiliki desa kami ada cukup banyak. Mulai dari gunung kars sampai sumber mata air pegunungan. Dengan adanya pendampingan dari Universitas Fajar, masyarakat makin bersemangat untuk membangun desa ini dan meningkatkan potensi pariwisata daerah", jelas Syukur.

Pada visitasi ini Ketua Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unifa Habib Shabib mengajak masyarakat desa untuk tetap menggali potensi desa. "Walaupun pandemi Covid-19, kondisi ini tidak menyurutkan semangat tim pendamping desa wisata dari Unifa bersama masyarakat Kabba untuk menggali potensi desa yang ada. Kami berharap bisa terus bekerja sama untuk memastikan bahwa masa depan terbit dari timur", jelas Habib.

Dalam sambutannya, Santi menyebut Kabba merupakan satu diantara ratusan desa yang berhasil dikembangkan dengan baik. "Dari 109 desa yang ikut dalam pendampingan desa wisata, Desa Kabba masuk 20 besar desa wisata terbaik. Walaupun pandemi Covid-19 belum berlalu tetapi pariwisata harus sehat. Protokol kesehatan yang diterapkan masyarakat Desa Kabba sangat saya apresiasi," katanya.

Saat visitasi, juri juga berkeliling ke lokasi potensi wisata alam Desa Kabba. Uniknya, juri menggunakan delman untuk menuju lokasi wisata yang ada di desa Kabba. (humas)



Dipost Oleh Super Administrator

Seorang administrator bagian HUMAS Universitas Fajar

1 Komentar

Tinggalkan Komentar