Seluruh Universitas di Indonesia kembali memenuhi undangan Pendatanganan Nota Kesepahaman Pendampingan Sumber Daya Manusia (SDM) Desa Wisata, dengan komunitas dan perjanjian kerjasama pendampingan SDM Desa Wisata dengan Perguruan Tinggi.
Penandatanganan tersebut diselenggarakan langsung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berlangsung di Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa and Convention Bogor, Rabu (10/3/2021).
Deputi Rektor I Universitas Fajar (Unifa) Makassar, Nur Khaerat Nur yang hadir langsung berharap Unifa kembali bisa memperoleh juara.
“Dapat kembali melakukan pendampingan dengan upaya-upaya berbeda melaui pengembangan SDM dan potensi produk unggulan desa yang ada di Indonesia,” tutur Khaerat sapaan akrabnya.
Diketahui bahwa pada 2020 lalu, Unifa yang mendampingi desa Kabba kabupaten Pangkep meraih juara juara harapan 1, dari ribuan desa seluruh Indonesia dan berbagai perguruan tinggi mendampingi desa yg memiliki potensi wisata untuk dikembangkan.
“Melalui Word Bank tahun ini memberikan dukungan, ada yang sedang proses ada yang lelang sudah ada yang baru menyusun TOR (Term of Reference), untuk mengembangkan standarisasi nasional dan mendukung 13 sub sektor pariwisata,” ungkap Wisnu Bawa Tarunajaya, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembegaan.
Berbeda pada tahun sebelumnya Perguruan Tinggi menentukan desa dampingannya masing-masing, untuk tahun 2021 terjadi perubahan skema, Perguruan Tinggi yang di undang untuk penandatanganan MoU yang selanjutnya menerima penentuan Desa Wisata untuk didampingi dari berbagai daerah oleh tim Direktorat Pengembangan SDM pariwisata Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pendampingan desa wisata ini diikuti oleh 20 Perguruan Tinggi yang berprestasi dan 15 Asosiasi dari berbagai daerah di Indonesia. (Bukabaca.id/Humas)