Loading...
Logo

Mahasiswa Komunikasi Unifa Adakan Talkshow Bahaya Body Shaming

Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Fajar (Unifa) adakan talkshow di Ballroom Unifa, Senin (4/2). Kali ini, talkshow bertema “Ciptakan Generasi Muda yang Sadar Akan Bahaya Body Shaming”.

Talkshow ini menghadirkan Gilberta Permata Maharani, S.Psi., M.Psi, dosen Psikologi Universitas Atmajaya Makassar dan Irwan Sakkir, S.I.Kom, demisioner Sekjen PPMI, dipandu oleh Teguh Iman Pratama selaku moderator.

Tak hanya itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberi informasi mengenai apa itu body shaming, bagaimana pengaruhnya, dan bagaimana cara menghadapi perilaku body shaming.

Dalam materinya, Gilberta Permata Maharani, S.Psi., M.Psi menjelaskan bahwa body shaming ini adalah hal yang abstrak. Terkadang seseorang tidak menyadari bahwa ia telah melakukan body shaming terhadap orang yang ditemuinya, bahkan keluarganya sendiri. Seperti mengatakan kalimat, “Hei, kamu gendut banget sekarang”, “Woi itu jidat atau lapangan futsal”, dsb. Nah, dari kalimat-kalimat tersebut lawan bicara kita akan merasa malu dan minder.

Dari rasa malu itulah yang memunculkan masalah-masalah lainnya, seperti menilai diri buruk kemudian ingin menutupi keburukan itu, sampai menarik diri atau bahkan mengalami adiksi.

Dijelaskan juga bahwa dampak body shaming ini bisa menciptakan rasa tidak percaya diri, benci pada diri sendiri, menarik diri dari lingkungan sosial, berdampak stress, dan kecemasan meningkat.

“Intinya, tidak ada satu orangpun yang pantas mengalami body shaming. Jangan bandingkan diri kalian dengan orang lain. Jika ingin mengubah diri, ubahlah untuk dirimu sendiri bukan untuk orang lain”, pesan beliau di sela-sela materinya.

Talkshow ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga sekitar pukul 12.00 pagi. Setelah melakukan sesi tanya jawab, ada berbagai kuis dan pembagian souvernir terhadap peserta talkshow.

Selain mendapatkan pengetahuan baru tentang body shaming, peserta yang hadir diharapkan bisa memahami bahwa perilaku body shaming benar-benar merugikan dan tidak lagi menganggap perilaku body shaming sebagai sesuatu yang lumrah.



Dipost Oleh Super Administrator

Seorang administrator bagian HUMAS Universitas Fajar

Tinggalkan Komentar