Logo

KKN pulang kampung, Unifa virtualkan pengembangan Wisata Hutan Mangrove Luppung Manyampa

Wisata adalah salah satu aset yang sangat berharga. Namun bukan sebuah hal yang mudah untuk mempertahankan eksistensi. Untuk itu perlu adanya pembangunan yang sifatnya berkelanjutan.

Bulukumba punya peluang besar sebagai daerah yang memiliki banyak keunikan. Masyarakat lokal hingga asing selalu melirik hasil karya semesta yang disulap menjadi tempat wisata. Pengelolaannya juga membutuhkan tenaga-tenaga yang kreatif dan selalu siap berinovasi.

Selain pasir putih, puncak dan wisata adat, Bulukumba juga memiliki Hutan Mangrove di Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe. Wisata Hutan Mangrove Luppung Manyampa tengah melakukan persiapan agar dapat menjadi wisata percontohan di Indonesia.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengadakan ruang diskusi secara virtual. Menghadirkan pembicara yang berkompeten dengan mengusung tema 'Membangun Pariwisata Berbasis SGDs Desa' melalui Webinar Nasional.

KKN Enterpreneur Unifa terjun sebagai mediator dengan beberapa tim yang ikut serta dalam kolaborasi. Memberikan ruang kepada pemerintah setempat dalam hal ini Kepala Desa Manyampa, Abbas Madda sebagai inisiator Wisata Mangrove.

Tasman Ambar Mattuliang dari tim pengembangan desa Anindhaloka Jakarta yang juga menjadi narasumber mengatakan bahwa berkembangnya suatu desa harus dibarengi dengan niat yang tulus.

"Mesti ada niat tulus dulu untuk mengembangkan desanya dan penting untuk melibatkan masyarakat," kata Tasman pada pertemuan virtual Minggu 21 Februari 2021.

Menurutnya pengembangan wisata hutan mangrove ini, penting untuk melibatkan masyarakat. Sehingga dapat berkesinambungan dan masyarakat tidak menilai aset ini hanya milik pemerintah.

Pihak pemerintah memberikan konfirmasi, sejumlah usaha untuk mewujudkannya telah dan akan terus dilakukan. Tujuannya agar ada kesadaran bahwa hutan mangrove ini adalah bagian dari masyarakat Desa Manyampa. Keberhasilan wisata ini tidak hanya mewakilkan pemerintah melainkan seluruh masyarakat.

Arman Jaya mahasiswa KKN Enterpreneur Unifa yang berperan sebagai moderator, berharap Unifa bisa bekerjasama lebih lanjut dengan Desa Manyampa. Harapan besar itu menuai sambutan baik dari pihak kampus.

Beberapa dosen Unifa yang ikut bergabung dalam forum memberikan apresiasi dan merencanakan jadwal kunjungan ke Desa Manyampa. Pihak kampus juga memberikan masukan-masukan kepada mahasiswa yang sedang mengabdi di kampung sendiri.

Bertajuk KKN pulang kampung diharapkan bisa menjadi ruang bagi pengabdian mahasiswa sekaligus ikut serta pembangunan di desa masing-masing.

 


Dipost Oleh Super Administrator

Seorang administrator bagian HUMAS Universitas Fajar

54 Komentar

Tinggalkan Komentar