Logo

Mahasiswa Hubungan Internasional UNIFA KKLP di Luar Negeri

Mahasiswa Hubungan Internasional UNIFA KKLP di Luar Negeri

 

Makassar, UNIFA

Rektor UNIFA, Sadly Abdul Djabar melepas tiga mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional UNIFA yang akan mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Lapang Plus (KKLP) di luar negeri, Jumat (4/11) kemarin. Mahasiswa tersebut akan menjalani program KKLP yang memang merupakan persayaratan memenuhi SKS ini selama satu bulan di Kedutaan Besar Indonesia di sejumlah kota besar dunia yakni St. Rahma di KBRI Singapura, Reenaldy Alchudri di KBRI Thailand, dan Andi Muliastuti di KBRI Beijing.

Sadly menjelaskan mahasiswa tersebut dapat diterima mengikuti KKLP setelah berhasil memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan di tiap KBRI.

“Kami bersyukur anak-anak kami dapat diterima untuk melakukan kegiatan KKLP mengingat bahwa kebijakan di setiap kedutaan sangat ketat dalam menyeleksi mahasiswa yang mengajukan diri untuk KKLP disana. Dari sekian banyak mahasiswa di seluruh Indonesia yang mendaftar, hanya sedikit yang bisa lolos dan mahasiswa kami ada diantaranya,” tutur Sadly.

Menurutnya, UNIFA sangat mendukung mahasiswa yang selalu ingin mengembangkan dirinya baik secara akademis maupun non akademis.

“Melalui KKLP di luar negeri ini maka tentusaja akan menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa tentang dunia luar yang tentu saja memberikan nilai tambah bagi mereka dan diharapakan mereka dapat membawa nilai-nilai positif saat kembali ke Indonesia nantinya,” ujar Sadly lagi.

Diharapkannya pula agar selama menjalani proses KKLP nanti para mahasiswa tersebut dapat menjaga nama baik almamater serta bangsa Indonesia pada umumnya.

KKL Internasional

Sementara itu, Ketua Prodi Hubungan Internasional, Andi Meganingratna yang mendampingi rektor menyatakan bahwa masih ada beberapa mahasiswa lainnya yang mengajukan permohonan melakukan kegiatan KKLP di negera lainnya, namun masih menunggu konfirmasi dan jadwal dari KBRI di Negara bersangkutan.

“Saat ini kami masih menunggu konfirmasi dari Kedutaan Indonesia di Osaka mengenai jadwal yang diberikan bagi mahasiswa kami,” terang Mega.

Menurutnya, seleksi yang dilakukan KBRI di tiap Negara tersebut cukup ketat dimana mahasiswa harus memenuhi kelengkapan berkas tertentu dan diwajibkan membuat esai tentang target yang ingin dicapai serta deskripsi program yang akan mahasiswa lakukan selama KKLP berlangsung.

“Cukup banyak kendala yang dihadapi mahasiswa kami, mulai dari pengajuan lamaran KKLP hingga ke masalah penerbitan visa. Tapi semua dapat terselesaikan dengan baik dan mahasiswa kami dapat memenuhi segala kriteria yang dipersayaratkan oleh kedutaan,” jelas Mega lagi. ****



Dipost Oleh Super Administrator

Seorang administrator bagian HUMAS Universitas Fajar

Tinggalkan Komentar